Emansipasi dalam sudut pandang kristen

     Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki.
Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai.”

Seringkali tuntutan emansipasi tidak disertai dengan kesadaran akan adanya juga kesetaraan kewajiban. Secara sederhana, sebagian kaum perempuan menuntut untuk memiliki posisi/ jabatan yang setara dengan kaum laki-laki, tetapi menolak untuk mengangkat barang yang berat dengan alasan perempuan itu lemah (secara fisik). Demikian juga sebaliknya, kaum laki-laki yang menolak kepemimpinan perempuan tetapi memberikan tanggung jawab yang berat (mental dan fisik) kepada kaum perempuan.

emansipasi

Alkitab tidak pernah merendahkan kedudukan kaum perempuan
Alkitab ditulis dalam zaman dan budaya dimana kedudukan kaum laki-laki lebih tinggi dari kedudukan kaum perempuan, tetapi Alkitab tidak pernah merendahkan kedudukan kaum perempuan, karena setiap manusia sama di hadapan Allah
Apabila terdapat perbedaan perlakuan dalam dinamika sosial bangsa Israel sesuai yang tertulis dalam kitab-kitab Musa, hal tersebut justru lebih berfungsi untuk menjamin hak-hak perempuan dalam budaya yang penuh diskriminasi tersebut. Sebagai contoh, perceraian memiliki syarat yang begitu rumit, surat cerai hanya dapat ditulis dengan persyaratan jika didapati hal yang tidak senonoh yang diperbuat oleh sang isteri
Kembali kepada hakikat penciptaan
Jika dikaji lebih mendalam, maka latar belakang munculnya tuntutan emansipasi gender berasal dari pemahaman yang salah soal eksistensi dan perlakuan terhadap sesama manusia. Untuk menemukan solusi dari masalah ini, maka kita perlu kembali kepada hakikat penciptaan. Kisah penciptaan tidak pernah merendahkan perempuan, karena ia diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Tidak ada hierarki manusia di sini. Justru kisah ini memberi penekanan, bahwa laki-laki dan perempuan merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan, karena terdapat ada ikatan yang khusus. Hewan betina tidak pernah dikatakan diciptakan dari tulang rusuk hewan jantan.
Pemahaman yang tepat akan kisah penciptaan ini seharusnya meniadakan tuntutan emansipasi perempuan terhadap laki-laki, karena setiap pihak secara sadar mengerti posisi masing-masing dan mengerjakan peran yang telah menjadi bagian yang ditetapkan Tuhan bagi mereka….
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

A WordPress.com Website.

Up ↑

%d bloggers like this: